There was an error in this gadget

Thursday, June 23, 2011

Akademik Vs Organisasi

Ok. Saya akan curcol. Ini akan sangat membosankan, curhatan mahasiswa yang selalu galau karena akademik dan organisasinya. Silahkan angkat tangan dan keluar secepatnya dari blog ini kalo gak tahan. Lest cekibrooooottt...

Kemarin, team dr.A (MEU and the gank) memberikan penjelasan tentang ujian OSCE (Ujian untuk keterampilan di Klinik nantinya). Dan banyak hal-hal yang membuat kami ingin teriak saat itu juga "HEEEEELLLLLL!!!!!"

Pertama, saya dengan berat hati harus menerima kenyataan bahwa kami akan di isolasi kurang lebih 5 jam, tanpa modul penuntun, hp, dan buku. Hp sih bolehlah ditahan. SILAHKAN. Tapi penuntun? Apa yang salah dari mahasiswa yang belajar, bahkan di detik-detik terakhir. Plis ini bukan ujian teori, ini ujian praktek. Yang mana penilaiannya harus sesuai dengan penuntun. Kami hanya ingin semuanya lebih baik dengan terus bersama penuntun, membacanya berulang. Kalian taukan blank? Yah, itu yang paling di takutkan. Mungkin bisa belajar bersama teman-teman yang di isolasi, tapi siapa yang memastikan hafalan kami benar? Toh tidak ada penuntun. Belum lagi kalo pas diskusi, "Gak, dokter waktu itu ngajarnya begini", "Ah, bukan dokter waktu itu ngajarnya begitu", "Gak lagi, dokte waktu itu ngajarnya begono". Apa yang terjadi kalo sudah begini? HEEEELLLL!!!

Kedua, setiap orang punya waktu melakukan satu keterampilan selama 12 menit, selesai gak selesai kamu harus menuju station berikutnya. Yang ini sih alhamdulillah, setidaknya lebih lama ketimbang pas ujian Neuro yang satu station kurang lebih 5 menit.

Ketiga, semua harus hadir di ruang isolasi setengah jam dari jadwal ujian. Hoooshhh. Jadwal ujian saya itu jam 8. Berarti, tau kan? Itu masih gak apa-apa, masalahnya saya termasuk gelombang pertama! Pagi! Jangan tanyakan bagaimana kondisi dokter penguji ketika mereka masih segarrr. Mereka akan sangat sangar!!! Rawwrrr.

Ok, mungkin memang saya mahasiswa yang terlalu biasa, yang selalu melihat dari sisi buruknya. Mungkin mereka hanya ingin kami belajar lebih serius. Tapi jujur, saya tidak suka. Apalagi ketika mereka untuk kesekian kalinya merubah jadwal. UAS yang seharusnya menjadi jadwal terakhir kami di semester 4 ini, ternyata berubah. Mereka mengumumkan bahwa remed OSCE setelah UAS!!! Dan kalian tau, jarak antara UAS dan masuknya semester 5 itu cuma dua minggu. Yup, libur kami cuma dua minggu. Dan mereka akan mengambilnya. HEEEELLLL!!!

Padahal saya sudah berencana  akan liburan ke Merauke (T,T) Untungnya saya belum pesan tiket. Hal-hal mendadak seperti ini yang saya hindari makanya gak pesan tiket, dan benar saja itu terjadi. Trending topic di twitter kalangan anak FK UH pun tentang OSCE-UAS-LIBURAN. Tweet-tweet kegalauan anak-anak seangkatan mengalahkan tweet-tweet kegalauan para senior yang KKN. Hahahha. Masalahnya, banyak anak-anak yang sudah memesan tiket liburan. Sabar yah teman...

Sebenarnya mudah, jangan sampai remed OSCE! Itu saja intinya. Tapi bukan FK namanya kalo gak banyak masalahnya. Yup yup yup, biasanya pengumuman keluar sangat lama. Sehari sebelum remed. Parah? Iya banget. Grrrrrrr. Nyebelin gak sih, kalo udah nungguin kabar, gak taunya gak remed, liburan di pake untuk menunggu! Tapi tetap lebih menyebalkan, pas udah nyante-nyante liburan, percaya diri gak remed, gak taunya remed! Mesti, kudu, wajib balik makassar! Oh, Gosh. Jadi pilih yang mana?

Lupakan OSCE untuk sesaat.

Pulang dari sana, saya dan Nini di ajak Rais (Sang calon Ketua BEM) untuk berdiskusi masalah lembaga, masalah angkatan. Selama satu tahun menjadi pengurus di beberapa organisasi, membuat saya sangat mengerti mengapa pengkaderan di fakultas kami sangat panjang dan berjenjang.

Pada saat pengkaderan tahap 1, kami dipakaikan selendang (seperti putri Indonesia) bertuliskan "Apatis", "Hedon", "Munafik", "Egois" dll. Di pikiran saya waktu itu, "Apa yang ada dalam pikiran kakak-kakak sih? Ini sama saja menanamkan sifat-sifat buruk di dalam diri kami". Saya yang waktu itu belum merasa bahwa saya dan teman-teman yang lain mempunyai sifat-sifat seperti itu, tentu saja tidak terima. Walaupun setelah kegiatan pengkaderan, kertas-kertas tersebut dibakar di api unggun sebagai lambang kami telah melepas sifat-sifat buruk tersebut.

Anehnya semakin lama sifat-sifat tersebut malah semakin nampak dalam diri kami. Pada saat pengkaderan tahap 2, pengakderan tahap 3, pengkaderan non formal (baksos dan inaugurasi), sampai sekarang saat angkatan kami seharusnya memegang tongkat estafet kepemimpinan di lembaga ini. See? Padahal kami dikader sangat lama, hampir setahun! Ini memang rekor terlama pengkaderan di fakultas kami, angkatan sebelum-sebelumnya tidak selama ini. Dan kalo gak salah ingat di angkatan 09 Unhas, FK yang paling terakhir di inaugurasi. Bertempat di Clarion. Ada yang aneh? Yah, hedonnya sangat jelas. Gengsi!

Saya seringkali memaklumi hal-hal yang salah dan melakukan pembenaran, contohnya ketika saya mulai boros, pembenarannya "ah kapan lagi! Lagian stress pengen makan enak, gak apa mahal, pengen belanja, pengen perawatan". Hedon? Right. Atau ketika teman-teman mulai cuek dengan sebuah kegiatan, padahal teman-temannya yang lain mati-matian bekerja agar kegiatan tersebut sukses, pembenaranku "ah mungkin mereka tidak cocok dengan  kegiatan-kegiatan seperti itu, bukan jiwanya disitu" atau "wajar, kan besok ada pbl, pleno, csl, praktikum, ujian". Apatis? Egois? Right. Dan saya? Saya yang juga kadang sok mengerti dan membela mereka, kadang mengeluh melihat keapatisan mereka, dan kadang juga kurang atau bahkan tidak memberi kontribusi, apa namanya? Munafik. Maybe, Right.

Hidup adalah pilihan. Sedangkan pilihan ditentukan sesuai dengan kondisi dan keadaan di sekitar kita. Mereka yang memilih untuk apatis, munafik, egois, hedon, pasti punya alasannya masing-masing, mungkin salah satunya kepadatan akademik, kejenuhan. Saya sering berfikir, mungkin jika kita tidak di pertemukan di Fakultas ini, ceritanya akan lain.


Btw, dari tadi saya ngomong apa yah? Geblek. Hahahhaaha.
Saya hanya merindukan kebebasan, tanpa beban akademik dan organisasi. *inhale exhale*

Lanjut, jadi ketika ada orang seperti Rais Reskiawan yang dengan kesadaran penuh (tidak dalam pengaruh alkohol) mencalonkan diri menjadi Ketua BEM KEMA FK UNHAS, maka saya mengangkat 10 jempol (minjam jempol mama,etta,nenek).

Mengutip kata-kata Kelik, "Mahasiswa di FK itu adalah kumpulan siswa-siswi terbaik di sekolah dan daerahnya masing-masing, semua merasa hebat. Kita tidak krisis pemimpin, melainkan krisis pengikut (follower)" Maaf yah bang kelik kalo ada salah kata, semoga Tuhan menerima kau disisi-Nya Amin #eh

Rais sadar betul dengan keadaan ini, tapi dia tetap ingin mencoba menjadi pemimpin bagi kami.
So, dukung Rais Reskiawan sebagai Ketua BEM FK Unhas :D #ujungujungnyapromosi

Perjuangan Mahasiswa bukanlah diam dan berpura-pura tidak tahu.
Rais for RAISING KEMA.

Serius, saya bukan tim sukses Rais. Suer!
Kalo tahun lalu, saya akui saya tim sukses salah satu Calon Ketua BEM. Dan saya tidak menulis untuk dia di blog! Tapi tahun ini? Tidak, saya bukan tim sukses. Tapi tapi tapi, saya mendukung rais :) 
Semangat Rais!! Demi angkatan kita :'D

Aduh maaf postingan saya ngalur-ngidul, saya hanya mengeluarkan semua isi kepala kemarin.
Tentang saya yang berkemungkinan tidak pulang (lagi) tahun ini? Tak apa, mungkin harus lebih bersabar. Semua akan indah pada waktunya, amin.

Tuesday, June 14, 2011

Cinta Produk Dalam Negri

Di saat teman-teman saya mulai terjangkit virus korea (alhamdulilah saya tidak), saya justru kena demam cinta produk lokal. Sejak SMA saya memang suka korea, kalo pas SMP sih Taiwan,  tapi saya sedikit pemilih. Hehe. Saya akan bertanya dan memastikan kepada mereka yang sudah menonton bahwa drama seri yang mereka rekomendasikan benar-benar layak. Haha. Curang memang. Tapi mau bagaimana? Saya sering bosan kalo ceritanya berjalan lambat dan bertele-tele. Banyak membahas hal-hal yang gak perlu. Hufffttt....

Tapi bukan berarti saya anti Korea. Saya suka, hanya pemilih :D
Artis korea yang saya suka juga paling si Lee Dong Wook dan Lee Min Hoo. Oh, my Gosh!! *klepek-klepek* Bocoran yah, lee dong wook itu mirip banged dengan senior saya waktu SMA. Kya! Kya! Kya! Orangnya cuma ketawa waktu saya bilang gitu. Ah sudahlah...

 Lee Min Hoo
Wanita mana yang tidak suka sama dia? WANITA MANA???


 Lee Dong Wook :3
Walaupun kata Kiki dia ganteng versi Om-om! Jaga omongan kamu Kiki!!


Lah katanya gak kena virusnya, gak taunya suka nonton juga!

Gini yah, contoh terjangkit virus korea menurut saya itu sampai punya DVD korea banyak banged. Seperti teman sahabat SMP saya, Retha. Ampun deh! Saya ingat banged jaman SMA, Vivi sedang gila-gilanya nonton korea. DVDnya ada kali sekarton. Di situ Retha masih cuek-cuek aja. Record nonton drama korea saya jauh lebih tinggi dari pada Retha.. Tapi jangan tanya Retha yang sekarang, saya sempat kaget lihat foto koleksi DVD Korea dia di FB. Lebih kaget lagi pas tau dia nekat mau nonton konser artis korea di jakarta. Aduh.... Eyke sih mending nonton adek Justin Bieber deh. Terjamin suara dan performance-nya bo!

Ini koleksi Retha. Ngeri!!!
Ga punya foto koleksi Vy2.

Selain dua orang sahabatku, masih banyak lagi yang terjangkit. Seperti teman-teman kampus dan senior, gak cewek, gak cowok, semua sama saja. Yups COWOK!!! Dan demam korea bukan cuma menular lewat dramanya, tapi juga boy band-nya. Kalo yang ini saya angkat tangan! Boy band korea yang saya tahu cuma SUJU, itu juga karena pas inaugurasi angkatan 2010, angkatan mereka menampilkan suju. Ampun deh! Terbayang kembali junior saya yang joget-joget suju *senyum-senyum sendiri*. Yah, not bad lah.

Sampai saat ini sih, saya tidak begitu tertarik dengan boy band. Mungkin karena fakta bahwa mereka adalah cowok cantik yang melebihi kecantikan saya sebagai seorang cewek dan gemulai melebihi kegemulaian saya pada saat ngedance. Yah, saya tidak terima ada laki-laki seperti itu.

Lee Dong Wook dan Lee Min Hoo? 

Oh, gak!! Tentu saja, mereka gak ngedance. Awas aja kalo ngedance! ILFIIIIIIILLLL!

Jadi inti membuat tulisan ini apa? Cinta produk lokal? Sm*sh?

Oh.. No! No! No! 
Saya juga bukan Sm*sh lover maupun hater. Saya netral. Tapi tidak, tentu saja saya tidak ingin membahas mereka. Saya ingin mempromosikan ini!!! Produk lokal berkualitas! Jeng! Jeng! Jeng!


Ferly Putra!!

Kiyut banged kan? auw auw auw :3
Berawal dari Ems yang nanya..

Ems : Eh, nonton Go Go Girl gak semalam?
Saya : Plis deh Emssss... Sinetron!
Ems : Bukan!! Iya sih, tapi... Lihat deh yang jadi Justin GANTENG BANGED! Auwk Auwk Auwk *mangap-mangap*
Saya : Oh yah? (masuk telinga kiri, keluar telinga kanan)

1 minggu kemudian....
Iseng ngecekin siaran Tv. Berhenti di Trans.
Mmhh... FTV yah? Warnanya bagus, cerah. Kayak Film bioskop.
Dan muncul-lah si Justin!
KYA!!!!!!
Gak gak gak kuat.. Gak gak gak kuat.. Aku gak kuat sama Justin Justin!!

Keesokan harinya...
Saya : Ems... Justin...
Ems : APAKAN GW BILANG!!! HU...

Hahahaahha.
Jadi beginilah saya, orang yang jarang nonton Tv, jadi bisa tenang mantengin Tv tiap hari senin malam. Itu juga masih sering kelupaan. Jadi sering nonton setengah, atau gak sama sekali. Huhuhuh. Sedih deh, kalo ingat. 

Trus jalan cerita Go Go Girl sendiri gimana? 

Saya bakal coba ceritain. Begini... Mmhh.. Apa yah? 
Ngg.. Karena saya nonton itu udah episode ke-3 trus sampai sekarang nontonnya msih saering bolong-bolong. Jadi.. Saya gak terlalu ngerti. 

ALESAAANN!!

Ok. Sebenarnya saya gak nonton GGG, saya cuma nontonin Justin. Hahahhahahaha. 

Huuuuuuu *ditimpuk penonton*

Intinya ini produk lokal bagus!
Dari pada nge-fans sama produk luar, mending sama produk lokal!
Dan yang paling penting sampai saat ini dia gak bergabung di salah satu boy band. Sooo.. dia gak joget-joget! Satu kekurangan dia, yang bikin sedikit ilfil. Dia pernah main di arisan brondong! hufff.. Tapi kan, itu cuma acting. Gak papa, aku ngeti kok say (mulai waham). Oh yah, satu lagi yang bikin ilfil, dia pernah di gosipin sama Andi Soraya. Gak papa kok say, semua orang punya masa lalu (sudah gila. Fix!).

Soooo....
Ferly Putra, Justin, Whatever... Come to mamma pleaseee!! ;*

Tanggung Jawab Baru

Setelah demisioner sebagai anggota BIDANG IV BEM 2010-2011.
Minggu kemarin saya pun di demisioner dari jabatan SEKUM SINOVIA 2010-2011.

Selamat tinggal tanggung jawab yang lama, dan selamat datang tanggung jawab baru :)
Setelah di tempa 1 tahun dengan hal-hal yang benar-benar baru buat saya, yap organisasi sebenarnya merupakan sesuatu yang baru buat saya. Harusnya sih menjalankan tanggung jawab 1 tahun kedepan dengan lebih baik.

Saya harap sih, kepengurusan tahun ini lebih semangat dari tahun kemarin. Walaupun di 3 organisasi yang saya ikutin sedang krisis kader dan pemimpin. Tapi... Mengutip pernyataan Rais (Calon Ketua BEM, hihi ^^v), "Tidak penting siapa simbolnya, yang penting siapa penggeraknya".
Saya harap semua teman-teman anggota dan pengurus bisa memberikan kontribusi untuk kepengurusan berikutnya. Bisa bekerja sama untuk menggerakkan organisasi ini. Setidaknya setiap orang bisa bertanggung jawab atas tugasnya.

Belajar dari mereka, orang-orang yang selalu optimis..
Semua bisa asal kita mau dan ada usaha!

Dan belajar dari orang-orang yang selalu pesimis...
Bahkan di saat matahari begitu benderang, mereka terus berteriak gelap.

Apasih? Saya juga gak ngerti ngomong apa?
Tapi yang lain ngerti kan? Ah, ngerti lah...
Orang yang gak usaha dan pesimis, bahkan ada jalan di depan matapun mereka gak bakal lihat.
(SOK BIJAK LUUUUU. Hahahaha)
Jadi mari buka mata, dan lihat ada jalan menunggumu di sana.

Oh pliss, ingatkan saya akan tulisan saya sendiri ini saat saya sedang pesimis. Hahahah

Tambahan, optimis tapi tetap rasional!!

Optimis tapi ada usaha!
Jangan optimis, tapi ongkang-ongkang kaki nyuruh yang lain kerja, dianya cuma tau ngomong, tanggung jawab nggak di kerjain. Beuh.. Parah kalo kayak gini.

Apalagi yah.....

Ok terakhir, Selamat buat Pemimpin Umum SINOVIA yang baru Rizki Amalia Wakano dan Pimpinan Redaksi Juarni Sudarsono. You rock guysss \m/ (sok asik) Kalian Pasti Bisa *nepuk pundak Kiwa dan Arni*

Nanti mungkin akan sedikit berat tanpa senior lagi.
Tapi nanti mungkin (AMIN) akan lebih ringan jika ada mereka, keluarga baru kita. *mata berkaca-kaca natap anggota baru*

So.... Tetap semangat!!!

Cupu

Iseng membuka file foto-foto merauke dan menemukan ini.
Kangen? Sangat.







Pada dasarnya tidak ada yang berubah dari kita.
Tapi bukan berarti kita masih sama seperti kemarin.
Dan entahlah...
Belakangan ini saya merindukan kita yang kemarin.

Monday, June 13, 2011

Seandainya Mengontrol Emosi Semudah Mengontrol Postingan di Blog

Seandainya mengontrol diri dan emosi semudah mengatur postingan di blog!

Berkata dan berprilaku tidak mengikuti emosi sesaat, bisa di 'saring' dulu seperti sebuah postingan yang mempublish hal-hal yang benar-benar udah di saring.
Menyimpan emosi dan perkataan yang tidak penting, semudah menyimpan dan menjadikan draft di blog hal-hal pribadi, yang dengan berbagi pertimbangan tidak di publish.
Dan menghapus memori masa lalu yang ketika mengingatnya membangkitkan kembali emosi, membersihkan semua memori yang mengotori hati dan pikiran semudah menghapus tulisan-tulisan yang terposting yang tidak pantas mengotori halaman blog kita.

Yah, seandainya semudah itu.
Akan lebih mudah. Dan semua mungkin berjalan seperti keinginan kita.
Bukan seperti keinginan 'emosi sesaat' kita.
Yang membuat kita menyesali banyak hal.
Banyak, banyak sekali yang di rusak oleh emosi.

Termasuk persahabatan dan hubungan kekeluargaan.

Saya ingin mengontrol diri dan emosi saya semudah mengontrol postingan di blog.
Tak ada kata keluar yang menyakitkan mereka.
Tak ada perbuatan bodoh yang mempermalukan diri sendiri dan orang lain.
Tak ada kesalahpahaman.
Tak ada pertengkaran.
Tak ada kekecewaan.

Dan masih banyak lagi.

Sekali lagi..
Ingin sekali bisa mengontrol diri dan emosi semudah mengontrol postingan di blog.

Tapi bagaimana caranya?

Emosi selalu terpublish! Keluar begitu saja tanpa sempat di saring.
Gak nyampe 2 menit kemudian langsung menyesal.
Bahkan gak nyampe sepersekian detik kemudian.


Setidaknya sampe tulisan ini di publish, saya belum menemukan cara mudah mengontrol diri dan emosi semudah mengontrol postingan blog!

Saturday, June 04, 2011

adek-adek sayang

Kau tetap adek terbaik yang pernah gw punya kok. Walaupun kalau depan lu, gw suka marah dan galak tapi menurut gw, itu kelakuan terbaik gw untuk membuktikan gw sayang ma lu Dek’. Gak gampang jadi seorang kakak cewe yang mempunyai 2 orang adek dan cewe pula. ibarat kata, mending jaga anak kambing daripada anak perawan. Makanya itu gw suka over protektif sama mereka, terlebih Dia yang paling bungsu. Mungkin dia merasa gw pilih kasih banged sama adek gw yang pertama karena memang gw akuin perlakuan gw ke adek pertama lebih gw bebasin daripada yang kedua. Gak maksud untuk membedakan, tapi memang gw lebih mempercayai adek pertama gw,lebih bisa jaga diri dibanding yang kedua.Mungkin karena efek umur gw ma yang pertama gak jauh beda, sehingga lingkungan besar dan gaul kami juga gak jauh beda, lain dengan yang kedua. Gw selalu coba ubah sikap keras gw ke adek yang kedua, tapi memang sulit banged. setiap lihat mukanya yang centil yang orang2 bilang mirip “dhea imut”(emg mirip dikit se) dan pergaulannya bersama teman2nya yang labil dan masih sangat polos, bawaan gw tuh emosi aja trusss. Padahal, gw pernah juga ngelewatin masa2 itu, dan alhamdulilah, gw cukup berhasil melewati masa2 yang sungguh sangat berbahaya bila kita salah memilih teman dan sahabat. Gw juga selalu ingin dekat dengan semua tentang segala aktifitas adek bungsu tersayang gw, tapi lagi2 jadwal kami yang sangat jauh berbeda membuat itu agak sulit terjadi apalagi gw sekarang terpisah jarak dan waktu yang berbeda. Hal itu membuat gw semakin overprotektif sama dia dan sangat2 mengancam kebebasan pergaulannya. Cuma agak sulit memantaunya dari jauh, apalgi kalo telponan atau smsan ma dia, ujung2nya gw malah bertengkar dan dia kena marah deh dari gw. Gw emang bukan kakak idaman adek2, tapi beginilah cara gw nunjukin rasa sayang gw ma adek2 gw, dengan “suara keras dan marah2”.
saya ingat kata2 dia yang pernah nanya gini ke gw,
Dilla: kenapa se, saya selalu di beda2kan dengan fandyra?
gw: karena memang beda..!!
dilla: kalo fandyra apa2 boleh, kalo saya pasti kena marah..
gw: liat ko, bawaannya emosi. saya gak suka ma teman2mu yang centil, dan bla,,bla,,bla..
sebenarnya bukan maksud gw untuk membeda2kan sayang,, tapi memang kecemasan atas pergaulan dirimu dan teman2mu agak membuat gw takut untuk melihatmu bergaul. arghhhhhhhh, sangat sulit untukku, memainkan peran seorang kakak cewek yang lembut, baik hati dan pengertian…MAAF sayangggg….
Tepat hari ini 4 Juni 2011, adek bungsu dengerin pengumuman kelulusannya (smp), dan alhamdulilah dia lulus. Sekarang gw harus ubah mindset gw tentang dia. Gw sekarang dituntut ngedidik seorang remaja yang nantinya akan tumbuh dewasa sama seperti gw dan adek pertama gw. Gw bukan lagi ngedidik seorang anak kecil yang hanya mendengar perintah tanpa boleh bertanya kenapa dan mengapa. Sekarang anak kecil itu berubah jadi seorang gadis yang mau gak mau, gw mesti dengar pendapatnya dan harus sharing betapa kejamnya dunia sekarang kalo dia tidak menempuh jalan yang benar dan salah memilih teman maupun sahabat. Gw masih terus dan akan terus berusaha menjadi kakak, yang bisa jadi teman dan sahabat buat adek2 gw sendiri…
Selamat buat Fandyra yang sudah lulus SMA, dan semoga Kita bisa bertemu di Universitas yang sama dan di Prodi yang sama sesuai pilihan yang ada di kartu tes ujianmmu.
Selamat juga buat Faradilla yang sudah lulus SMP dan semoga masuk SMA yang juga sama seperti gw dan fandyra. Maaf gw hanya bisa menjagamu dari jarak jauh. Gw harap, You dapat yang terbaik dan bisa gapai citamu juga nanti sama seperta gw dan fandyra.
Doaku, selalu ada untuk kalian..


nini

Wednesday, June 01, 2011

Painting

Berawal dari Sabtu (21 April), saya dan beberapa anggota keluarga kecil Sinovia di traktir oleh PU kita terkasih (huek). Kami memutuskan ngumpul di Gramedia MP sebelum akhirnya makan Pizza dan Karokean. Saya bukan mau cerita tentang itu btw.

Nah sambil nunggu yang lain, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membaca gratis di Gramedia. YAIYALAH, secaraaaa~
Awalnya baca buku di bagian “Tokoh”, terus PU lewat dan negor.

PU : Baca apaan Dhin?
Sy : Hah? Hehhehe *nyengir gak jelas*
PU : *celingukan lihat deretan buku di depan saya* Politik?
Sy : *ikutan lihat buku didepan saya* (Ternyata buku tentang tokoh-tokoh seperti Amin Rais, Soekarno, Soeharto, Habibi dan kawan-kawan) Astaga, bisa pi itu..
PU : Apa pale kau baca?
Sy : Buku tokoh, ini *liatin sampul*
PU : Astagaaa! Bieber!!

Karena ketahuan ngepens sama tuh bocah, saya memilih kabur agar tidak dibahas lebih lanjut. Kali ini melihat buku yang lain. Yup. Desain interior, arsitektur dan teman-temannya. Masih dan selalu tertarik melihat mereka. Gak usah, dibahas lah, nanti teringat cita-cita lagi. Huhuhuhu. Trus gak tau kenapa malah nyasar ke desain grafis. Akhirnya saya malah serius baca salah satu teknik melukis. Belum sampai selesai. Eh udah pada mau ngumpul di PH. Ya sutralah ikutan, padahal lagi seru bacanya.

Sampai dirumah, kepikiran dan penasaran pengen nyoba ngelukis pakai teknik itu. Pop art gitu deh. Akhirnya, hari jumat kemarin, saya sukses tiba di Agung dan membeli sejumlah peralatan melukis. Karena senin ada ujian, jadi gak mungkin dong sabtu-minggu ngelukis. Untungnya habis ujian, selasa-minggu libur! Yuhuuu.

Senin sepulang kuliah tanpa tunggu babibubebo. Saya pun mulai mensketsa dengan bermodalkan pengetahuan minim 3 tahun lalu pas SMA pelajaran Seni, ada materi mengenai melukis.
Oh, yah cerita dikit mengenai lukisan saya 3 tahun lalu, bertemakan pop-art-abstrak-gak jelas gitulah. Hahhaha. Waktu itu ingat banget, saya cuma ngeluarin duit gak nyampe 15.000. Beli cat, patungan ama anak-anak sekelas, yang murahan pula (salahin Novita Nur Muslimah mba jawa yang “hemat beb” itu), trus bingkai juga di buatin ama om (anugrah=anu gratis). Dan pas dia adakan pameran untuk majang hasil lukisan kita seangkatan, ternyata punya saya di beli kepala sekolah. Aneh. Hahhahha. Lumayan 300.000 coy. Tapi serius, aneh. Menurut saya banyak yang lukisannya lebih bagus dari pada saya, dan pastinya lebih mahal catnya. Ah sudahlah gak penting.
Lanjut...
Ini hasil sketsa saya senin kemarin.

Tahap pertama : Sketsa halus. Gambar bagian-bagian terpenting

Tahap kedua : Mulai membuat potongan-potongan.

Terus selasa paginya, dengan berbagai pertimbangan untung-rugi, akhirnya memutuskan tidak melanjutkan sketsa diatas. Bingung mau lukis apa, akhirnya ngegambar diri sendiri. Tapi emang saya dasarnya gak terlalu narsis, jadi gak terlalu semangat. Saya biasanya bersemangat melakukan sesuatu, jika itu adalah hal yang saya suka ataupun berhubungan dengan yang saya suka (yaiyalah semua orang juga gitu kali din). Intinya saya gak cinta diri sendir begitu? Astaga. Bukan begitu. Tapi.. Apasih? Sudahlah, mulai lagi ngelanturnya.


So hasilnya? Parah!!! PARAH!!!

Aduh merusak mata deh, pokoknya. Udah lama gak pegang kuas pula, jadi banyak yang keluar garis. Terus, saya ngesketsa apa, ngewarnain apa. Jadi warna gak ikut sketsa gitu. Belum lagi kalo catnya lumer kemana-mana. Huhuhu. Bagian yang harusnya warna A, jadi B karena kena lumeran B. Ah, kacau deh pokoknya. Pakai insiden gelas cuci kuas jatuh di kertas gambar segala. Huhuhu. Jadi jangan kaget kalo gambarnya merusak mata kalian yah. Siapkan mental dari sekarang. JENGJEG....

Tahap 1 menuju 2: Sketsa yang halus, dipertegas garisnya. Tidak ada lengkungan.
 Hanya ada garis lurus


Tahap 3 : Pewarnaan. KACAU!!!

Abis ini, gak tau mau ngelukis lagi atau gak. Kalo ada waktu melukis lagi deh. Sambil memperbaiki, teknik ini. Dan hal pertama yang harus saya lakukan untuk memperbaiki teknik saya adalah, ke Gramedia dan menyelesaikan buku itu. Iya, saya belum selesai membaca teknik pewarnaannya. Makanya jangan heran lihat pewarnaannya yang kacau balau begitu. Ga tau mana shadow dll. Akhirnya muka jadi kelihatan bengkak gitu. Geblek.

Yah sudahlah namanya juga belajar dan coba-coba. Mudah-mudahan kalo nanti cobain lagi, hasilnya lebih baik :))


Wassalam



Nb : Masih bingung apakah sketsa hari senin akan di lanjutkan (diwarnai) atau tidak.

Pages