Wednesday, June 06, 2012

Gak Berasa

Perasaan baru kemarin saya memakai baju ini....

Penerimaan Mahasiswa Baru

Dan sekarang saya akan memakai atribut ini....

Atribut KKN

Kesimpulannya?
1. Waktu berjalan begitu cepat
2. Saya sudah 6 semester di FK (tapi ilmu gak beda jauh ama Maba)
3. Saya sudah TUA!

Ya Allah...huhuhuhu

Btw, besok pembekalan pertama KKN.
Tanggal 14 Juni (kalau jadwalnya gak berubah) pemberangkatan mahasiswa ke lokasi KKN.
Tanggal 15 Juni remedial blok Tropis.

Makasih yah fakultas.Biasa banget kok jadwalnya di tabrak-tabrakin seenak jidat.
Semoga ada perubahan,walaupun sampai saat ini belum terlihat tanda-tanda itu.
Percayakan ajalah ama yang di Atas,yang Maha Mengatur :)

Terakhir....
Tolong cermati foto kedua. Itu topinya gak bisa lebih gaul apaaa?
Serius, topinya persis topi saya pas TK.Cuma beda warna doang,topi TK warna ijo -__-

Wassalam

Friday, May 25, 2012

Sedikit Lega

Semakin mengerti kenyataan hidup bahwa ada beberapa orang yang memang hanya baik karena butuh. Yup.

Agak sakit hati sih, yang saya pikir "ok ini karena kita teman yah jadi yuk mari" ternyata salah. Tidak sepenuhnya salah sih, setidaknya saya tetap menganggap dia teman walaupun (mungkin) dia tidak.

Bahkan setelah kita melewati banyak hal bersama-sama, hal yang menurut saya cukup manis untuk di simpan di kotak memori berlabel teman.
Tapi toh menurut dia tidak.

Ok ini memang cuma kesimpulan saya. Yah, kan gak mungkin juga nanya ke orangnya, "Kamu nganggep saya teman gak sih?" duh dramatis abis. Dan 90% saya yakin jawabannya ya walaupun di barengi dengan bercanda.

Lalu mengapa saya sangat yakin bahwa kata yang akan keluar itu palsu?

Satu kejadian, bulan lalu sepertinya. Bagaimana yah menceritakannya. Intinya dia tahulah bahwa saya di boikot di sosial media dia oleh seseorang.
Sepele sih.

Tapi justru itu, kalo ini memang sepele kenapa tidak di bicarakan oleh seseorang itu? Saya tidak butuh hal besar, hanya yang sepele seperti ini. Karena jika yang besar datang, saya pasti diam dan mundur, tau posisi dan batas.

Seperti biasa saya diam, pura-pura gak ada apa-apa dan memperlakukan dia seperti biasa.
Sampai salah seorang teman saya gemas, dan akhirnya menyinggung dia pun, dia hanya bisa ber-"oh yah? Masa?" and do nothing *deg* menghujam jantungku.

Dia pernah bilang "saya tuh paling malas galau, malas mikirin hal-hal yang gak penting". Dia juga kalo lagi ngobrol dan sedikit berdebat tiba-tiba bilang sambil ketawa sepintas "sudahlah, gak penting juga di perdebatkan, tidak ada gunanya"

Jelaskan? Tidak penting perasaanku yang merasa tidak dianggap teman oleh dia, kenapa? Karena tidak ada gunanya. So what kalo saya sakit hati? Saya bukan siapa-siapa. Tidak berpengaruh apa-apa bagi dia ke depan.

Nyeri.
Tapi malah membuat saya kagum. Saya berharap bisa seperti dia dan berhenti over think gak penting. Terutama berhenti memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan saya, seperti dia.

Saya sangat hati-hati memasukkan orang dalam "kotak"ku, sekalinya masuk saya sayang sekali. Begitulah saya. Dan dia masuk. Bodohnya saya. Dan jika sayang, mana mungkin saya benci?

Dia tetap ku anggap teman, bahkan ketika dia cuma menganggapku orang yang bisa di manfaatkan, pembokat terlalu kasar.

Duh nyeri lagi.
Padahal sudah sebulan ini berusaha melupakan dan menjaga jarak biar gak sakit, tetap aja masih nyeri.

Kamu, eh kamu..
Sayang sekali sama kamu. Selalu ingin melihat kamu berhasil meraih mimpi-mimpimu tapi plis berubah yah kalo bisa. Bukan menjadi over think, gaklah. Cukup sedikit peka. Atau kalo susah, beraktinglah seolah-olah kamu peka. Hah, tapi akting kamu kan jelek sekali. Kalo ada maunya aja bisa terbaca dari radius 83837 kilometer *lebay*

Maaf kalo ada salah kata, dan yah saya memang bodoh karena menuliskan ini. Biarlah, saya hanya tidak sanggup menyimpan tanpa di keluarkan.


------

Tulisan di atas di tulis tgl 16 Mei 2012. Saat long weekend. Tidak di pos karena berbagai pertimbangan salah satunya karena ngantuk berat dan entahlah gak enak aja kalo orangnya nanti baca. Pas paginya saya baca, agak syok juga betapa emosionalnya saya kalo insomnia. Wakakaakkak. Trus kalo gak enak, kenapa sekarang di posting? Well karena saya udah bahas ini sama yang bersangkutan malam ini.

Tadi pas dia sms, saya becandain aja "tumben peka". Dan setelah itu terjadilah sesi intropeksi.

Yah cuma gitu saya agak terkendala sama yang namanya sms haha kebiasaan kalo mau ngobrol yah nelpon. Saya kan kalo jelasin sesuatu tuh panjangXlebar, jadi susah kalo lewat sms. Harus singkat, padat dan jelas. Tapi demi membuat dia mengerti dan mengeluarkan unek-unek yah saya harus sabar mengetik sms *singkat padat jelas* *singkat padat jelas*
*singkat padat jelas* #bacamantra

Intinya dia minta maaf dan di sadar kalo dia terkesan "begitu" sama saya dan anak-anak yang lain. Agak kaget juga, ternyata dia cukup peka. Dan lebih kaget lagi waktu mendapati air mata saya netes-netes aja gitu. Kaget karena sudah lama sekali gak meneteskan air mata kalo ada masalah.
Saya berteriak dalam hati "hellooo lemah amat! Gitu aja pertahanannya pecah!"
Saya usir pikiran itu. Sudahlah sekali-sekali netes mungkin gak apa, toh cuma netes dikit, gak terhitung nangislah *menghibur diri*. Mungkin saking kuatnya memendam dan berpura-pura tidak perduli, akhirnya pas dengar kata maaf saja membuat emosi saya meleleh. Sekali-kali emosional gak apa-apakan?

Back to the topic.
Saya lega sudah bilang semuanya. Selain dia yang intropeksi diri, saya sadar harusnya saya juga. Saya masih harus belajar mengerti posisi dia kalo mengaku menganggap dia teman. Belajar lebih ikhlas.

Kamuuu
Maaf untuk segala prasangka buruk saya. Bagaimanapun, saya selalu mendukungmu! Semangat!!!!


Thursday, May 24, 2012

'sepucuk surat dari Ayah dan Ibu'



anakku'
ketika aku semakin tua..aku harap kamu mau memahami dan memiliki kesabaran untukku
suatu ketika aku memecahkan piring dan menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang..aku harap kamu tidak memarahiku
orang tua sensitif..sehingga akan merasa bersalah saat kamu berteriak'

ketika pendengaranku mulai memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
aku harap kamu tak memanggilku 'tuli'
mohon ulangi apa yang kamu katakan atau tuliskan untukku

'maafkan aku anakku..aku semakin tua'
ketika lututku mulai lemah..aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bagun
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil untuk belajar berjalan
aku mohon..jangan bosan kepadaku
ketika aku terus mengulangi apa yang aku katakan seperti kaset rusak'
aku harap kamu terus mendengarkanku
tolong jangan mengejekku..atau bosan mendengarkanku

apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu menginginkan sebuah balon ?
kamu mengulangi perkataanmu berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan'
maafkan juga bauku'tercium seperti orang yang sudah tua
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi
tubuhku lemah..orang tua mudah sakit karena rentan terhadap dingin
aku harap aku tidak terlihat kotor di hadapanmu
apakah kamu masih ingat saat kamu masih kecil ?
aku selalu mengejar-ngejar kamu karena kamu tidak mau mandi
aku harap kamu bisa bersabar denganku..ketika aku selalu rewel'
Ini semua bagian dari usia tuaku..kamu akan mengerti ketika kamu tua

ketika kamu memiliki waktu luang aku harap kita bisa bicara
bahkan untuk beberapa menit aku selalu sendiri untuk sepanjang waktu'dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara
aku tau kamu sibuk dengan pekerjaan..bahkan kamu mungkin tidak tertarik dengan
ceritaku
aku mohon berikan waktu untukku bersamamu
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu

ketika saatnya tiba..dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku

'maaf'
kalau aku sengaja ngompol atau membuat brantakan
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku..selama beberapa saat terahir dalam hidupku
aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama
ketika waktu kematianku datang..aku harap kamu memegang tanganku dan memberikan aku kekuatan untuk menghadapi kematian
dan jangan kuatir..ketika aku bertemu sang pencipta
aku akan berbisik pada-Nya
untuk selalu memberikan berkah padamu
karna kamu mencintai 'Ibu dan Ayahmu'

'terima kasih atas segala perhatianmu anakku'
Ayah dan Ibu
kami selalu mencintaimu dengan kasih yang berlimpah'


untuk'ku..untuk'mu dan untuk kita semua'
masih'kah bisa kita menyia-nyia'kan mereka dengan sikap sombong kita


Kutipan 

nini sayang mama n etta :*

Pages