Gak tahu patootoai apa? Nah kayak gini...
Ini bukan #kode, bukan juga sweet chat. Hanya random post, sekedar mengisi blog.
Sangat-sangat kangen menulis. Harus di sempatkan secepatnya :)
Saturday, May 12, 2012
Wednesday, May 09, 2012
Muak
Untunglah saya bukan Edward yang bisa mendengar suara dalam hati orang, yang terlontar dari mulut saja sudah terlalu ribut. Semua ingin bicara, semua ingin di dengar.
Saya cukup tau mana yang benar dan mana yang salah. Dan terkadang terlalu banyak bicara justru membuat orang yang benar jadi terlihat salah juga.
Saya hanya menjadi bingung mengambil sikap, dan tidak tahu harus berbicara dengan siapa. Semuanya sibuk, sibuk membicarakan dirinya.
Bahkan mereka yang seharusnya selalu jadi tempat berpulang yang paling nyamanpun, menjadi kurang kenyamanannya. Karena apa yang akan ku keluhkan adalah tentang orang yang dia cintai.
Bagaimana mungkin saya tega menyakiti orang yang saya cintai dengan cara mengeluhkan orang yang dia cintai?
Itu hanya menambah beban pikiran mereka yang sudah berton-ton di banding saya yang satu grampun tidak sampai, rasanya memang layak.
Sebenarnya bercerita untuk sekedar meringankan beban pikiran di saat seperti ini sangat beresiko. Dan beberapa hari kemarin itu terbukti, gadis yang malang. Mencari simpati seperti biasa tapi malah mengundang petaka.
Ingin sekali berteriak di depan mukanya "Lihat apa yang kau perbuat gadis kecil, tidak pernah belajar dari kesalahan. Ikuti saja emosi dan keegoisan terus dan akan semakin melukai orang-orang di sekitarmu dan juga kau sendiri!"
Tentunya saya pada akhirnya tidak pernah mengeluarkan, mmh mungkin belum. Tidak dalam keadaan emosi, tidak dalam keadaan masalah yang sangat kusut melebihi benang.
Tidak akan selabil gadis kecil itu, berkali-kali termakan omongannya sendiri. So stupid.
Lagi pula saya sudah semakin baik dalam berakting begini, berpura-pura segalanya baik-baik saja, berpura-pura bahagia dengan segala pilihan, berpura-pura tidak tau, berpura-pura tidak peduli. Hingga saya sendiri tidak bisa membedakan apakah saya sedang berpura-pura atau saya benar-benar mulai tidak peduli? Muak?
Mencoba mengalihkan pikiran kepada hal-hal menyenangkan, takut ada yang tahu apa yang sebenarnya paling kupikirkan. Tapi entah mengapa yang berkaitan dengan diriku semuanya berjalan buruk? Tak ada satupun hal yang kukerjakan dengan baik. Yang paling gampang sekalipun.
Lalu apa arti hidup jika sudah sepertii ini?
Saya cukup tau mana yang benar dan mana yang salah. Dan terkadang terlalu banyak bicara justru membuat orang yang benar jadi terlihat salah juga.
Saya hanya menjadi bingung mengambil sikap, dan tidak tahu harus berbicara dengan siapa. Semuanya sibuk, sibuk membicarakan dirinya.
Bahkan mereka yang seharusnya selalu jadi tempat berpulang yang paling nyamanpun, menjadi kurang kenyamanannya. Karena apa yang akan ku keluhkan adalah tentang orang yang dia cintai.
Bagaimana mungkin saya tega menyakiti orang yang saya cintai dengan cara mengeluhkan orang yang dia cintai?
Itu hanya menambah beban pikiran mereka yang sudah berton-ton di banding saya yang satu grampun tidak sampai, rasanya memang layak.
Sebenarnya bercerita untuk sekedar meringankan beban pikiran di saat seperti ini sangat beresiko. Dan beberapa hari kemarin itu terbukti, gadis yang malang. Mencari simpati seperti biasa tapi malah mengundang petaka.
Ingin sekali berteriak di depan mukanya "Lihat apa yang kau perbuat gadis kecil, tidak pernah belajar dari kesalahan. Ikuti saja emosi dan keegoisan terus dan akan semakin melukai orang-orang di sekitarmu dan juga kau sendiri!"
Tentunya saya pada akhirnya tidak pernah mengeluarkan, mmh mungkin belum. Tidak dalam keadaan emosi, tidak dalam keadaan masalah yang sangat kusut melebihi benang.
Tidak akan selabil gadis kecil itu, berkali-kali termakan omongannya sendiri. So stupid.
Lagi pula saya sudah semakin baik dalam berakting begini, berpura-pura segalanya baik-baik saja, berpura-pura bahagia dengan segala pilihan, berpura-pura tidak tau, berpura-pura tidak peduli. Hingga saya sendiri tidak bisa membedakan apakah saya sedang berpura-pura atau saya benar-benar mulai tidak peduli? Muak?
Mencoba mengalihkan pikiran kepada hal-hal menyenangkan, takut ada yang tahu apa yang sebenarnya paling kupikirkan. Tapi entah mengapa yang berkaitan dengan diriku semuanya berjalan buruk? Tak ada satupun hal yang kukerjakan dengan baik. Yang paling gampang sekalipun.
Lalu apa arti hidup jika sudah sepertii ini?
Saturday, April 28, 2012
Bismillah, ikhlas
"Jika dia jodohku dekatkanlah, jika dia bukan jodohku jauhkanlah"
"walaupun sekarang tidak bersama, toh kalau jodoh pasti bakal balik lagi"
kata-kata ini sering di dengar, dan sering di ucapkan.
sekarang ini, aku sedang merasakan namanya di jauhkan, di jauhkan dengan orang yang kucintai 2 tahun ini.
cukup lama menjalani hidup dengan dia, walaupun hanya 1/10 dari hidupku. itu rekor terlama melewati hubungan dengan seseorang.
berkali-kali kita putus, berkali-kali juga kita disatukan kembali.
Menyakitkan bukan, mendengar seseorang yang kita cintai bersama wanita lain. padahal baru sebulan yang lalu cinta kita kandas. tetapi, dia sudah menemukan yang baru. jadi apa arti ini semua?
sakit? bukan hanya sakit. tapi terlalu menyakitkan sampai akupun tak dapat bergerak, tak dapat berpikir.
tapi daripada hanya mendengar kata orang, lebih baik tau kenyataan dari mulutnya sendiri.
lebih menyakitkan, malah saking menyakitkannya air matapun yang biasa keluar dengan mudah sampai gak bisa keluar.
kenyataan sudah ada, dan sudah tidak ada pilihan lain, tidak ada jalan lain. satu-satunya hal yang dapat dipikirkan adalah 'ikhlas'. ikhlas dia sama wanita lain. ikhlas dengan semua pilihannya.
sekarang mulailah membenahi diri untuk menemukan yang lebih baik dari sebelumnya. dan berharap semoga di waktu yang akan datang tidak ada lagi oang-orang yang mencampuri hubunganku yang selanjutnya.
terima kasih untuk 2 tahun ini, aku gak marah, aku gak benci sama kamu. mudah-mudahan ini yang terbaik untuk kita.
selamat tinggal ganjenku, selamat tinggal semua kenanganku.
semoga ini semua cepat berlalu. amin :)
"walaupun sekarang tidak bersama, toh kalau jodoh pasti bakal balik lagi"
kata-kata ini sering di dengar, dan sering di ucapkan.
sekarang ini, aku sedang merasakan namanya di jauhkan, di jauhkan dengan orang yang kucintai 2 tahun ini.
cukup lama menjalani hidup dengan dia, walaupun hanya 1/10 dari hidupku. itu rekor terlama melewati hubungan dengan seseorang.
berkali-kali kita putus, berkali-kali juga kita disatukan kembali.
Menyakitkan bukan, mendengar seseorang yang kita cintai bersama wanita lain. padahal baru sebulan yang lalu cinta kita kandas. tetapi, dia sudah menemukan yang baru. jadi apa arti ini semua?
sakit? bukan hanya sakit. tapi terlalu menyakitkan sampai akupun tak dapat bergerak, tak dapat berpikir.
tapi daripada hanya mendengar kata orang, lebih baik tau kenyataan dari mulutnya sendiri.
lebih menyakitkan, malah saking menyakitkannya air matapun yang biasa keluar dengan mudah sampai gak bisa keluar.
kenyataan sudah ada, dan sudah tidak ada pilihan lain, tidak ada jalan lain. satu-satunya hal yang dapat dipikirkan adalah 'ikhlas'. ikhlas dia sama wanita lain. ikhlas dengan semua pilihannya.
sekarang mulailah membenahi diri untuk menemukan yang lebih baik dari sebelumnya. dan berharap semoga di waktu yang akan datang tidak ada lagi oang-orang yang mencampuri hubunganku yang selanjutnya.
terima kasih untuk 2 tahun ini, aku gak marah, aku gak benci sama kamu. mudah-mudahan ini yang terbaik untuk kita.
selamat tinggal ganjenku, selamat tinggal semua kenanganku.
semoga ini semua cepat berlalu. amin :)
Subscribe to:
Posts (Atom)


