Thursday, June 23, 2011

Akademik Vs Organisasi

Ok. Saya akan curcol. Ini akan sangat membosankan, curhatan mahasiswa yang selalu galau karena akademik dan organisasinya. Silahkan angkat tangan dan keluar secepatnya dari blog ini kalo gak tahan. Lest cekibrooooottt...

Kemarin, team dr.A (MEU and the gank) memberikan penjelasan tentang ujian OSCE (Ujian untuk keterampilan di Klinik nantinya). Dan banyak hal-hal yang membuat kami ingin teriak saat itu juga "HEEEEELLLLLL!!!!!"

Pertama, saya dengan berat hati harus menerima kenyataan bahwa kami akan di isolasi kurang lebih 5 jam, tanpa modul penuntun, hp, dan buku. Hp sih bolehlah ditahan. SILAHKAN. Tapi penuntun? Apa yang salah dari mahasiswa yang belajar, bahkan di detik-detik terakhir. Plis ini bukan ujian teori, ini ujian praktek. Yang mana penilaiannya harus sesuai dengan penuntun. Kami hanya ingin semuanya lebih baik dengan terus bersama penuntun, membacanya berulang. Kalian taukan blank? Yah, itu yang paling di takutkan. Mungkin bisa belajar bersama teman-teman yang di isolasi, tapi siapa yang memastikan hafalan kami benar? Toh tidak ada penuntun. Belum lagi kalo pas diskusi, "Gak, dokter waktu itu ngajarnya begini", "Ah, bukan dokter waktu itu ngajarnya begitu", "Gak lagi, dokte waktu itu ngajarnya begono". Apa yang terjadi kalo sudah begini? HEEEELLLL!!!

Kedua, setiap orang punya waktu melakukan satu keterampilan selama 12 menit, selesai gak selesai kamu harus menuju station berikutnya. Yang ini sih alhamdulillah, setidaknya lebih lama ketimbang pas ujian Neuro yang satu station kurang lebih 5 menit.

Ketiga, semua harus hadir di ruang isolasi setengah jam dari jadwal ujian. Hoooshhh. Jadwal ujian saya itu jam 8. Berarti, tau kan? Itu masih gak apa-apa, masalahnya saya termasuk gelombang pertama! Pagi! Jangan tanyakan bagaimana kondisi dokter penguji ketika mereka masih segarrr. Mereka akan sangat sangar!!! Rawwrrr.

Ok, mungkin memang saya mahasiswa yang terlalu biasa, yang selalu melihat dari sisi buruknya. Mungkin mereka hanya ingin kami belajar lebih serius. Tapi jujur, saya tidak suka. Apalagi ketika mereka untuk kesekian kalinya merubah jadwal. UAS yang seharusnya menjadi jadwal terakhir kami di semester 4 ini, ternyata berubah. Mereka mengumumkan bahwa remed OSCE setelah UAS!!! Dan kalian tau, jarak antara UAS dan masuknya semester 5 itu cuma dua minggu. Yup, libur kami cuma dua minggu. Dan mereka akan mengambilnya. HEEEELLLL!!!

Padahal saya sudah berencana  akan liburan ke Merauke (T,T) Untungnya saya belum pesan tiket. Hal-hal mendadak seperti ini yang saya hindari makanya gak pesan tiket, dan benar saja itu terjadi. Trending topic di twitter kalangan anak FK UH pun tentang OSCE-UAS-LIBURAN. Tweet-tweet kegalauan anak-anak seangkatan mengalahkan tweet-tweet kegalauan para senior yang KKN. Hahahha. Masalahnya, banyak anak-anak yang sudah memesan tiket liburan. Sabar yah teman...

Sebenarnya mudah, jangan sampai remed OSCE! Itu saja intinya. Tapi bukan FK namanya kalo gak banyak masalahnya. Yup yup yup, biasanya pengumuman keluar sangat lama. Sehari sebelum remed. Parah? Iya banget. Grrrrrrr. Nyebelin gak sih, kalo udah nungguin kabar, gak taunya gak remed, liburan di pake untuk menunggu! Tapi tetap lebih menyebalkan, pas udah nyante-nyante liburan, percaya diri gak remed, gak taunya remed! Mesti, kudu, wajib balik makassar! Oh, Gosh. Jadi pilih yang mana?

Lupakan OSCE untuk sesaat.

Pulang dari sana, saya dan Nini di ajak Rais (Sang calon Ketua BEM) untuk berdiskusi masalah lembaga, masalah angkatan. Selama satu tahun menjadi pengurus di beberapa organisasi, membuat saya sangat mengerti mengapa pengkaderan di fakultas kami sangat panjang dan berjenjang.

Pada saat pengkaderan tahap 1, kami dipakaikan selendang (seperti putri Indonesia) bertuliskan "Apatis", "Hedon", "Munafik", "Egois" dll. Di pikiran saya waktu itu, "Apa yang ada dalam pikiran kakak-kakak sih? Ini sama saja menanamkan sifat-sifat buruk di dalam diri kami". Saya yang waktu itu belum merasa bahwa saya dan teman-teman yang lain mempunyai sifat-sifat seperti itu, tentu saja tidak terima. Walaupun setelah kegiatan pengkaderan, kertas-kertas tersebut dibakar di api unggun sebagai lambang kami telah melepas sifat-sifat buruk tersebut.

Anehnya semakin lama sifat-sifat tersebut malah semakin nampak dalam diri kami. Pada saat pengkaderan tahap 2, pengakderan tahap 3, pengkaderan non formal (baksos dan inaugurasi), sampai sekarang saat angkatan kami seharusnya memegang tongkat estafet kepemimpinan di lembaga ini. See? Padahal kami dikader sangat lama, hampir setahun! Ini memang rekor terlama pengkaderan di fakultas kami, angkatan sebelum-sebelumnya tidak selama ini. Dan kalo gak salah ingat di angkatan 09 Unhas, FK yang paling terakhir di inaugurasi. Bertempat di Clarion. Ada yang aneh? Yah, hedonnya sangat jelas. Gengsi!

Saya seringkali memaklumi hal-hal yang salah dan melakukan pembenaran, contohnya ketika saya mulai boros, pembenarannya "ah kapan lagi! Lagian stress pengen makan enak, gak apa mahal, pengen belanja, pengen perawatan". Hedon? Right. Atau ketika teman-teman mulai cuek dengan sebuah kegiatan, padahal teman-temannya yang lain mati-matian bekerja agar kegiatan tersebut sukses, pembenaranku "ah mungkin mereka tidak cocok dengan  kegiatan-kegiatan seperti itu, bukan jiwanya disitu" atau "wajar, kan besok ada pbl, pleno, csl, praktikum, ujian". Apatis? Egois? Right. Dan saya? Saya yang juga kadang sok mengerti dan membela mereka, kadang mengeluh melihat keapatisan mereka, dan kadang juga kurang atau bahkan tidak memberi kontribusi, apa namanya? Munafik. Maybe, Right.

Hidup adalah pilihan. Sedangkan pilihan ditentukan sesuai dengan kondisi dan keadaan di sekitar kita. Mereka yang memilih untuk apatis, munafik, egois, hedon, pasti punya alasannya masing-masing, mungkin salah satunya kepadatan akademik, kejenuhan. Saya sering berfikir, mungkin jika kita tidak di pertemukan di Fakultas ini, ceritanya akan lain.


Btw, dari tadi saya ngomong apa yah? Geblek. Hahahhaaha.
Saya hanya merindukan kebebasan, tanpa beban akademik dan organisasi. *inhale exhale*

Lanjut, jadi ketika ada orang seperti Rais Reskiawan yang dengan kesadaran penuh (tidak dalam pengaruh alkohol) mencalonkan diri menjadi Ketua BEM KEMA FK UNHAS, maka saya mengangkat 10 jempol (minjam jempol mama,etta,nenek).

Mengutip kata-kata Kelik, "Mahasiswa di FK itu adalah kumpulan siswa-siswi terbaik di sekolah dan daerahnya masing-masing, semua merasa hebat. Kita tidak krisis pemimpin, melainkan krisis pengikut (follower)" Maaf yah bang kelik kalo ada salah kata, semoga Tuhan menerima kau disisi-Nya Amin #eh

Rais sadar betul dengan keadaan ini, tapi dia tetap ingin mencoba menjadi pemimpin bagi kami.
So, dukung Rais Reskiawan sebagai Ketua BEM FK Unhas :D #ujungujungnyapromosi

Perjuangan Mahasiswa bukanlah diam dan berpura-pura tidak tahu.
Rais for RAISING KEMA.

Serius, saya bukan tim sukses Rais. Suer!
Kalo tahun lalu, saya akui saya tim sukses salah satu Calon Ketua BEM. Dan saya tidak menulis untuk dia di blog! Tapi tahun ini? Tidak, saya bukan tim sukses. Tapi tapi tapi, saya mendukung rais :) 
Semangat Rais!! Demi angkatan kita :'D

Aduh maaf postingan saya ngalur-ngidul, saya hanya mengeluarkan semua isi kepala kemarin.
Tentang saya yang berkemungkinan tidak pulang (lagi) tahun ini? Tak apa, mungkin harus lebih bersabar. Semua akan indah pada waktunya, amin.

Tuesday, June 14, 2011

Cinta Produk Dalam Negri

Di saat teman-teman saya mulai terjangkit virus korea (alhamdulilah saya tidak), saya justru kena demam cinta produk lokal. Sejak SMA saya memang suka korea, kalo pas SMP sih Taiwan,  tapi saya sedikit pemilih. Hehe. Saya akan bertanya dan memastikan kepada mereka yang sudah menonton bahwa drama seri yang mereka rekomendasikan benar-benar layak. Haha. Curang memang. Tapi mau bagaimana? Saya sering bosan kalo ceritanya berjalan lambat dan bertele-tele. Banyak membahas hal-hal yang gak perlu. Hufffttt....

Tapi bukan berarti saya anti Korea. Saya suka, hanya pemilih :D
Artis korea yang saya suka juga paling si Lee Dong Wook dan Lee Min Hoo. Oh, my Gosh!! *klepek-klepek* Bocoran yah, lee dong wook itu mirip banged dengan senior saya waktu SMA. Kya! Kya! Kya! Orangnya cuma ketawa waktu saya bilang gitu. Ah sudahlah...

 Lee Min Hoo
Wanita mana yang tidak suka sama dia? WANITA MANA???


 Lee Dong Wook :3
Walaupun kata Kiki dia ganteng versi Om-om! Jaga omongan kamu Kiki!!


Lah katanya gak kena virusnya, gak taunya suka nonton juga!

Gini yah, contoh terjangkit virus korea menurut saya itu sampai punya DVD korea banyak banged. Seperti teman sahabat SMP saya, Retha. Ampun deh! Saya ingat banged jaman SMA, Vivi sedang gila-gilanya nonton korea. DVDnya ada kali sekarton. Di situ Retha masih cuek-cuek aja. Record nonton drama korea saya jauh lebih tinggi dari pada Retha.. Tapi jangan tanya Retha yang sekarang, saya sempat kaget lihat foto koleksi DVD Korea dia di FB. Lebih kaget lagi pas tau dia nekat mau nonton konser artis korea di jakarta. Aduh.... Eyke sih mending nonton adek Justin Bieber deh. Terjamin suara dan performance-nya bo!

Ini koleksi Retha. Ngeri!!!
Ga punya foto koleksi Vy2.

Selain dua orang sahabatku, masih banyak lagi yang terjangkit. Seperti teman-teman kampus dan senior, gak cewek, gak cowok, semua sama saja. Yups COWOK!!! Dan demam korea bukan cuma menular lewat dramanya, tapi juga boy band-nya. Kalo yang ini saya angkat tangan! Boy band korea yang saya tahu cuma SUJU, itu juga karena pas inaugurasi angkatan 2010, angkatan mereka menampilkan suju. Ampun deh! Terbayang kembali junior saya yang joget-joget suju *senyum-senyum sendiri*. Yah, not bad lah.

Sampai saat ini sih, saya tidak begitu tertarik dengan boy band. Mungkin karena fakta bahwa mereka adalah cowok cantik yang melebihi kecantikan saya sebagai seorang cewek dan gemulai melebihi kegemulaian saya pada saat ngedance. Yah, saya tidak terima ada laki-laki seperti itu.

Lee Dong Wook dan Lee Min Hoo? 

Oh, gak!! Tentu saja, mereka gak ngedance. Awas aja kalo ngedance! ILFIIIIIIILLLL!

Jadi inti membuat tulisan ini apa? Cinta produk lokal? Sm*sh?

Oh.. No! No! No! 
Saya juga bukan Sm*sh lover maupun hater. Saya netral. Tapi tidak, tentu saja saya tidak ingin membahas mereka. Saya ingin mempromosikan ini!!! Produk lokal berkualitas! Jeng! Jeng! Jeng!


Ferly Putra!!

Kiyut banged kan? auw auw auw :3
Berawal dari Ems yang nanya..

Ems : Eh, nonton Go Go Girl gak semalam?
Saya : Plis deh Emssss... Sinetron!
Ems : Bukan!! Iya sih, tapi... Lihat deh yang jadi Justin GANTENG BANGED! Auwk Auwk Auwk *mangap-mangap*
Saya : Oh yah? (masuk telinga kiri, keluar telinga kanan)

1 minggu kemudian....
Iseng ngecekin siaran Tv. Berhenti di Trans.
Mmhh... FTV yah? Warnanya bagus, cerah. Kayak Film bioskop.
Dan muncul-lah si Justin!
KYA!!!!!!
Gak gak gak kuat.. Gak gak gak kuat.. Aku gak kuat sama Justin Justin!!

Keesokan harinya...
Saya : Ems... Justin...
Ems : APAKAN GW BILANG!!! HU...

Hahahaahha.
Jadi beginilah saya, orang yang jarang nonton Tv, jadi bisa tenang mantengin Tv tiap hari senin malam. Itu juga masih sering kelupaan. Jadi sering nonton setengah, atau gak sama sekali. Huhuhuh. Sedih deh, kalo ingat. 

Trus jalan cerita Go Go Girl sendiri gimana? 

Saya bakal coba ceritain. Begini... Mmhh.. Apa yah? 
Ngg.. Karena saya nonton itu udah episode ke-3 trus sampai sekarang nontonnya msih saering bolong-bolong. Jadi.. Saya gak terlalu ngerti. 

ALESAAANN!!

Ok. Sebenarnya saya gak nonton GGG, saya cuma nontonin Justin. Hahahhahahaha. 

Huuuuuuu *ditimpuk penonton*

Intinya ini produk lokal bagus!
Dari pada nge-fans sama produk luar, mending sama produk lokal!
Dan yang paling penting sampai saat ini dia gak bergabung di salah satu boy band. Sooo.. dia gak joget-joget! Satu kekurangan dia, yang bikin sedikit ilfil. Dia pernah main di arisan brondong! hufff.. Tapi kan, itu cuma acting. Gak papa, aku ngeti kok say (mulai waham). Oh yah, satu lagi yang bikin ilfil, dia pernah di gosipin sama Andi Soraya. Gak papa kok say, semua orang punya masa lalu (sudah gila. Fix!).

Soooo....
Ferly Putra, Justin, Whatever... Come to mamma pleaseee!! ;*

Tanggung Jawab Baru

Setelah demisioner sebagai anggota BIDANG IV BEM 2010-2011.
Minggu kemarin saya pun di demisioner dari jabatan SEKUM SINOVIA 2010-2011.

Selamat tinggal tanggung jawab yang lama, dan selamat datang tanggung jawab baru :)
Setelah di tempa 1 tahun dengan hal-hal yang benar-benar baru buat saya, yap organisasi sebenarnya merupakan sesuatu yang baru buat saya. Harusnya sih menjalankan tanggung jawab 1 tahun kedepan dengan lebih baik.

Saya harap sih, kepengurusan tahun ini lebih semangat dari tahun kemarin. Walaupun di 3 organisasi yang saya ikutin sedang krisis kader dan pemimpin. Tapi... Mengutip pernyataan Rais (Calon Ketua BEM, hihi ^^v), "Tidak penting siapa simbolnya, yang penting siapa penggeraknya".
Saya harap semua teman-teman anggota dan pengurus bisa memberikan kontribusi untuk kepengurusan berikutnya. Bisa bekerja sama untuk menggerakkan organisasi ini. Setidaknya setiap orang bisa bertanggung jawab atas tugasnya.

Belajar dari mereka, orang-orang yang selalu optimis..
Semua bisa asal kita mau dan ada usaha!

Dan belajar dari orang-orang yang selalu pesimis...
Bahkan di saat matahari begitu benderang, mereka terus berteriak gelap.

Apasih? Saya juga gak ngerti ngomong apa?
Tapi yang lain ngerti kan? Ah, ngerti lah...
Orang yang gak usaha dan pesimis, bahkan ada jalan di depan matapun mereka gak bakal lihat.
(SOK BIJAK LUUUUU. Hahahaha)
Jadi mari buka mata, dan lihat ada jalan menunggumu di sana.

Oh pliss, ingatkan saya akan tulisan saya sendiri ini saat saya sedang pesimis. Hahahah

Tambahan, optimis tapi tetap rasional!!

Optimis tapi ada usaha!
Jangan optimis, tapi ongkang-ongkang kaki nyuruh yang lain kerja, dianya cuma tau ngomong, tanggung jawab nggak di kerjain. Beuh.. Parah kalo kayak gini.

Apalagi yah.....

Ok terakhir, Selamat buat Pemimpin Umum SINOVIA yang baru Rizki Amalia Wakano dan Pimpinan Redaksi Juarni Sudarsono. You rock guysss \m/ (sok asik) Kalian Pasti Bisa *nepuk pundak Kiwa dan Arni*

Nanti mungkin akan sedikit berat tanpa senior lagi.
Tapi nanti mungkin (AMIN) akan lebih ringan jika ada mereka, keluarga baru kita. *mata berkaca-kaca natap anggota baru*

So.... Tetap semangat!!!

Pages