There was an error in this gadget

Monday, November 21, 2011

Tembok (part 2)

Ketika orang-orang baik mendekat dan mencoba masuk kedalam kehidupan saya.
Saya selalu takut.
Saya takut bahwa saya tidak cukup baik untuk mereka.
Dan pada akhirnya mereka akan kecewa.

Tapi toh saya tidak bisa mengusir mereka.
Jadi yang saya lakukan hanya menyambut dengan senyum sambil terus mengamati apa yang mereka cari.
Jika memang tidak ada yang bisa mereka dapatkan, ingin rasanya menyuruh mereka pergi.
Tapi, lagi-lagi saya tidak bisa.
So, saya akan menemani mereka sampai mereka.......... Entahlah.
Memutuskan untuk pergi?

--------------------------------------------------------

Saya tidak pernah mengatakan ini padanya.
Anehnya dia seperti bisa membaca.

"Saya lebih senang melihat orang dari sisi baiknya. Suka kalo orang itu bisa tertawa lepas dengan saya. Walaupun kamu punya kekurangan, tapi itu tidak jadi masalah jika kita bisa saling menerima."
(Sudah melalui proses editing)

Gak tau kenapa baca ini saya malah semakin takut.
Saya takut dia pelan-pelan mulai ngeruntuhin tembok yang saya bangun.
Sooooo.......
Saya memutuskan untuk membangun satu lagi tembok yang lebih besar dari kemarin.
Bukan untuk dia.
Tapi untuk yang mengetik tulisan ini. (baca : saya sendiri)

Temboknya harus lebih besar dan kokoh dari kemarin.

No comments:

Post a Comment

Pages