Wednesday, July 10, 2013
The One
"Good luck trying to find someone who cares like i did, who understands you like i do, who is forgiving like i am. And when you realize there's no one out there like me, i won't be there where you left me." --Drake
Some good friends of mine have gone through such a hard time lately. Being the one who's listening to their stories mostly all of the time is making me know how they feel. One day, when I watched one of my favorite tv shows, how i met your mother, there was a scene where Marshall talked to Ted like this,
"Being in couple is hard. And committing, making sacrifices, it's hard. But if it's the right person, it's easy. Looking at that girl, and knowing she's all you really want out of life, that should be the easiest thing in the world. If it's not like that, then she's not the one."
Then suddenly this pops out from my mind; If you already find a person who is constantly on your mind, the one that makes you feel special, the one that makes your day, the one you can be complete around, then why bother looking for more? I mean, no one's perfect. Your partner isn't perfect, you neither. The only thing that you can do is loving someone imperfect perfectly. I know it is hard to commit to one person, but if it's the right person then it will be worth it. Because, you may not find that kind of person twice in your life.
Please, please fight for the one.
Reblog from Nadira Prisasi.
When I read this post, all I think just you.
Wednesday, June 12, 2013
nihil
Setiap saya memulai pembicaraan itu, selalu saja nihil hasilnya.
Beberapa kali memulai dan beberapakalipun kecewa.
menahan rindu, menahan sesak di dada.
tetesan air matapun mengalir.
aku sedang menunggu.
tapi kapan waktu itu datang?
kapan dia mengerti?
Apakah saat itu datang aku sudah kehilangan segalanya?
Beberapa kali memulai dan beberapakalipun kecewa.
menahan rindu, menahan sesak di dada.
tetesan air matapun mengalir.
aku sedang menunggu.
tapi kapan waktu itu datang?
kapan dia mengerti?
Apakah saat itu datang aku sudah kehilangan segalanya?
Sunday, June 09, 2013
Kemarin adalah puncak segala pertahanan emosi dan rasa lelah. Kalo kata Ira "berhenti ko sok tegar". Dan yap kemarin saya berhenti, bukan karena ingin tapi semuanya mengalir begitu saja. Saya capek,saya bingung, saya merasa ditinggalkan dan sendiri. Dan yang saya butuhkan kemarin adalah kamar untuk menenangkan diri, tapi yang ada malah kamar koas dikelilingi teman-teman baru yang bahkan dengan tega meminta saya pindah di kamar koas lain yang bau dan kotor. Yasudahlah.. memang itu hak dan fasilitas mereka.
Alhasil? Saya mewek sejadi-jadinya, akhirnya mewek lagi!!
Berusaha menyembunyikan tangisan di depan teman-teman yang menjenguk, tapi gagal. Arrgght, malu sekali. For the first time nangis depan mereka. Yah, siang itu di saat saya merasa sangat hopeless, Tuhan dengan baiknya mengirimkan mereka. Apa yah? Saya tidak bisa berkata apa-apa selain terima kasih.
"Dhinii kalo ada masalah tugasmu yang begini-begini, tanya-tanyaki. Nda adaji salahnya bertanya, kalo bisa kita bantu, dibantuji" - Iki, 21 tahun, tumben bicara lembut.
Saya? Semakin bercucuran air mata, terharu.
Saya punya mereka.
Untuk dua orang yang membuat saya merasa sangat-sangat kehilangan beberapa bulan belakangan, saya kangen sekali. yap. kangen. Disaat kurang tidur, lelah, di buru-buru deadline tapi otak saya ini masih dan masih menyempatkan space buat kalian. Buat mengingat yang sudah di lewati sama-sama, buat bertanya kenapa berakhir seperti ini. Ini artinya apa? Kalian berarti.
Tapi semuanya sudah berubah. Entah siapa yang memulai, tapi sekarang saya mulai menerima kenyataan bahwa dua orang tempatku berpulang jika ada masalah, dua orang pembangkit moodku, mereka sudah memilih jalannya. Dan tidak ada saya disana.
So..
Silahkan lanjutkan jalan kalian, saya juga punya jalan sendiri.
Maaf kemarin-kemarin sering kangen.
Habis ini, saya akan berhenti mengingat. Dan belajar menghapus.
Alhasil? Saya mewek sejadi-jadinya, akhirnya mewek lagi!!
Berusaha menyembunyikan tangisan di depan teman-teman yang menjenguk, tapi gagal. Arrgght, malu sekali. For the first time nangis depan mereka. Yah, siang itu di saat saya merasa sangat hopeless, Tuhan dengan baiknya mengirimkan mereka. Apa yah? Saya tidak bisa berkata apa-apa selain terima kasih.
"Dhinii kalo ada masalah tugasmu yang begini-begini, tanya-tanyaki. Nda adaji salahnya bertanya, kalo bisa kita bantu, dibantuji" - Iki, 21 tahun, tumben bicara lembut.
Saya? Semakin bercucuran air mata, terharu.
Saya punya mereka.
Untuk dua orang yang membuat saya merasa sangat-sangat kehilangan beberapa bulan belakangan, saya kangen sekali. yap. kangen. Disaat kurang tidur, lelah, di buru-buru deadline tapi otak saya ini masih dan masih menyempatkan space buat kalian. Buat mengingat yang sudah di lewati sama-sama, buat bertanya kenapa berakhir seperti ini. Ini artinya apa? Kalian berarti.
Tapi semuanya sudah berubah. Entah siapa yang memulai, tapi sekarang saya mulai menerima kenyataan bahwa dua orang tempatku berpulang jika ada masalah, dua orang pembangkit moodku, mereka sudah memilih jalannya. Dan tidak ada saya disana.
So..
Silahkan lanjutkan jalan kalian, saya juga punya jalan sendiri.
Maaf kemarin-kemarin sering kangen.
Habis ini, saya akan berhenti mengingat. Dan belajar menghapus.
Subscribe to:
Posts (Atom)