Friday, September 10, 2010

That's why I love my Dad and Mom

Gw ngirim sms ini buat teman2, Etta dan Mama

"Selamat hari raya idul fitri
Mohon maaf lahir dan batin"

Oh yah memang sangat simpel, ga tau kenapa gw gak PD ngirimin sms yang berbelit-belit. Padahal gw punya banyak kata2 untuk minta maaf (original lho), entahlah gw ngerasa udah ga cocok aja kirim sms2 kek gitu. Gak cocok ama umur. Yak kambuh deh penyakit "sok tua" gw!

Balasan anak2 standar lah, ada yg minta maaf balik, ada yg balas dgn ucapan2 khas idul fitri, yah semacam itu lah. Yang paling berkesan menurut gw adalah balasan sms yang ini

"Allahu Akbar,Allahu akbar. Maafkan etta nak karena selama ini ette tidak memberi kalian teladan yang baik,kurang membimbing kalian dijalan Allah. Etta harap kalian dapat mencari dan mendalami ilmu akhirat hingga kalian dapat selalu berada dijalan yang Allah ridohi,Amin sekali lagi maaf lahir batin" (tanpa editan)

Gw mewek dan nangis. Selalu saja begitu. Etta yang lebih. Minta maafpun etta yg kelihatannya lebih niat ketimbang saya. Di mana2 anak yang kalimat maafnya lebih panjang buat orang tua. Jelas, dosanya lebih banyak! Tapi ini? T,T

Teringat ceramah sholat Jumat tadi,
"Bagi kalian yang sedang jauh dari orang tua jangan sedih, Allah hanya memberi cobaan pada orang2 yang mereka kasihi. Sampe akhirnya kalian akan di pertemukan kembali. Segeralah hubungi orang tua kalian, jangan sampai mereka yang mendahului meminta maaf. Dan jangan sampai orang tuamu yg lebih dahulu mendoakanmu. Maka terkabullah doa anak-anak yang lebih dahulu mendoakan orang tuanya"

Iye, berantakan gw tau. Gw juga lupa2 ingat. Intinya seperti itulah.

Pertama, gw memang duluan minta maaf ke bokap tapi itu cuma lewat sms. Apa sms yg di forward untuk banyak orang masih di hitung minta maaf yang tulus? Semoga ukurannya adalah niat.

Kedua, gw ga yakin gw lebih duluan do'ain mereka. Di sana WIT jadi pasti sholat iednya duluan, iyakan?? Sholat shubuh juga pasti duluan mereka. 0k gw ngeles.
Alasannya adalah gw hanya sangat yakin mereka yang duluan doain gw. Sangat sangat yakin.

Gw cuma berharap bisa bertemu ramadhan tahun depan. Dan memperbaiki semua kerugian, kebodohan gw selama beribadah. Gw juga berharap bisa lebaran di merauke, bisa nyium langsung tangan mereka dan minta maaf.

Yang paling penting adalah memperbaiki semua ibadah dan sikap gw setelah idul fitri ini.

Ini cuma harapan, doa gw nantilah ama yang di atas mintanya. Hehe

Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Segeralah meminta maaf dengan sangat sadar dan tulus kepada orang tua kalian mumpung kalian masih bisa memeluk dan mencium mereka!

Selamat menyambut hari kemenangan!
Selamat membuka lembaran baru, bayi-bayi suci yang baru lahir!

:)

Sunday, August 22, 2010

Disadarkan Dengan Janji

Tidak pernah sebelumnya mama dan etta seperti ini. Dari kecil saya di didik bahwa mendapatkan nilai baik di sekolah adalah bentuk pertanggung jawaban kita ke orang tua. Makanya kalo nilai saya tidak sesuai harapan walaupun masih peringkat 1, pasti tetap di nasehatin. Kadang Etta ngediamin saya, gak ngajak ngomong. Bahkan blak-blakan bilang di depan saya ini mengecewakan, malu-maluin.
Dan kalo nilai bagus, saya tidak pernah di belikan apa-apa. Tidak pernah di janjikan kado ato apa. Bentuk penghargaan tertingginya adalah Etta bakal nandatanganin raport saya, karena biasanya kalo gak sesuai harapannya yah mama yg nandatanganin. Cuma itu, gak lebih.

Dan sekarang, untuk pertama kalinya saya di janjikan sesuatu.
Walaupun senang, saya tidak bisa bohong, hati kecil saya yang paling dalam merasa bersalah. Orang tua yang mengajari saya tanggung jawab sejak kecil, sekarang justru mengiming-imingi dengan sesuatu agar saya lebih berusaha mendapat nilai yang bagus? Astagaaaa. Saya bahkan lebih childish di mata orang tua ketimbang waktu masih duduk di bangku SD! Memalukan. Benar-benar anak yang tidak peka akan keinginan orang tua.

Selama ini saya tidak peka. Selalu tertawa memberitahukan kabar nilai saya yang pas-pasan. Selalu merasa tidak bersalah dengan semua itu karena toh mereka yg menginginkan saya disini. Merasa setidaknya saya tetap bertahan di fakultas ini.
Bodoh. Sungguh bodoh. Sangat kekanak-kanakan.
Menyiksa batin orang tua dan diri sendiri.

Saya tidak mau banyak janji. Saya cuma minta doa dari semua agar saya tidak lagi malas, labil dan kekanak-kanakan. Sungguh penyakit yang paling susah di sembuhkan adalah penyakit malas!!

Terakhir, Ma.. Etta.. Maafkan saya! Terimakasih, kalian selalu tau cara menyadarkan saya dengan cara halus :')



Nb : Tadi saya lagi-lagi menuliskan segala macam do'a. Tapi di hapus lagi. Berdo'a lebih baik pas sholat, betul?

Saturday, August 14, 2010

Nekat

Gw punya teman, namanya Novita Nur Muslimah. Mahasiswa Fak. Kedokteran Univ. Brawijaya. Orangnya nekat, sangat nekat. Kalo ada maunya ga bisa di tahan.

Kemarin doi sms jam 2an siang isinya "Msh pGn k mksr,,"
Dan tadi jam setengah 9 pagi, doi sukses tiba di bandara Sultan Hasanuddin.
Ga sampai 1 jam kemudian udah nyetir di Makassar berdua doang ama gw. Padahal belum lancar nyetirnya, belum punya SIM pula.
Jam 10an sampai jam 5 sukses menyamar jadi mahasiswa Fak. Kedokteran Unhas.

Selamat datang kembali di makassar vy2!!

Maaf karena hari ini dan besok sy bakal stay di kampus untuk PMB. Setelah itu semoga kita bisa bersenang-senang sebelum kuliah.
Arrrrght Tgl 23 Agustus sedikit lagi tiba. Dan gw mulai di bantai dgn segala kesibukan kuliah.

Semangat!

Pages